Berita Pasar

Harga Minyak Tetap di Atas Level $105 Saat Pasar Memantau Perkembangan Konflik di Iran

Harga minyak mentah tetap bertahan di atas level $105 selama sesi perdagangan hari Senin, ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat terus mendominasi sentimen pasar. Situasi saat ini di Timur Tengah menambah lapisan ketidakpastian lain pada pasar global, terutama dengan investor yang memantau dengan cermat setiap potensi dampak pada rantai pasokan inflasi dan energi.

Menurut laporan terbaru, Iran telah menyampaikan proposal yang telah diamandemen lagi untuk kemungkinan perjanjian damai kepada pemerintahan Trump melalui mediator Pakistan. Teheran menyatakan bahwa fokus utamanya tetap mengakhiri konflik yang sedang berlangsung, sementara diskusi mengenai masalah nuklir belum memasuki fase negosiasi.

Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan pernyataan politik yang kuat, memperingatkan bahwa waktu hampir habis bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan. Nada agresif yang datang dari Washington terus membuat para pedagang waspada, terutama di pasar komoditas.

Dari sudut pandang pasar, Minyak bereaksi positif terhadap meningkatnya risiko geopolitik. Secara historis, setiap eskalasi di Timur Tengah cenderung mendukung harga minyak mentah karena kekhawatiran akan gangguan pasokan dan biaya transportasi yang lebih tinggi. Kenaikan harga minyak juga dapat mendorong ekspektasi inflasi lebih tinggi lagi, terutama setelah tanda-tanda baru-baru ini bahwa inflasi global perlahan-lahan stabil.

Secara teknis, Minyak mentah masih diperdagangkan dalam pola bullish jangka pendek setelah berhasil bertahan di atas area support kunci di sekitar $105,25. Selama harga tetap berada di atas zona ini, pasar kemungkinan akan terus mengincar level yang lebih tinggi menuju $108 dan berpotensi $112 pada sesi-sesi mendatang. Namun, volatilitas pasar tetap sangat sensitif terhadap berita politik dan perkembangan mendadak apa pun terkait perjanjian gencatan senjata.

Sementara itu, tekanan terus muncul di pasar ekuitas, dengan investor beralih ke aset yang lebih aman di tengah ketidakpastian. Jika ketegangan terus meningkat, pasar mungkin mulai memperhitungkan prospek yang lebih rumit untuk pertumbuhan global, inflasi, dan kebijakan bank sentral selama paruh kedua tahun 2026.

Disusun oleh: Motasm Adel
Analis Pasar Senior – OneRoyal

Penafian Risiko: Perdagangan melibatkan risiko yang signifikan dan mungkin tidak cocok untuk semua investor. Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan pendidikan dan analisis serta bukan merupakan nasihat investasi.